Monday, October 3, 2011

Bermimpi Jaringan Internet yang Cepat

Sebagai pengguna sistem operasi ganda (Ubuntu dan XP) ketika belajar meng-eksplorasi Linux dan distribusinya sering dihadapkan pada ketiadaan CD Master Linux untuk mencoba beberapa distribusi yang ada.
Satu-satunya jalan untuk bisa meng-install (baik itu Master maupun Repositori) harus didownload.


Masih teringat jelas (yeilah kaya apa aja ^_^) ketika bermigrasi/up-grade dari Linux Mint 7 ke Linux Mint 9 yang versi gnome sebesar 763 MB harus mendownload putus nyambung selama 15 hari (maklum sambil kerja).


Sesudah "terbiasa" menggunakan edisi Gnome, muncul juga keinginan menggunakan Linux Mint edisi KDE yang konon cerita teman-teman pengguna KDE, tampilan edisi KDE lebih cling (kaya sabun aja ^_^)


Akhinya nekat kembali berusaha download Linux Mint 9 edisi KDE, coba-coba download putus nyambung. Setelah di cek ternyata berukuran 1,3 GB. Ketika mulai download dalam keterangan time remaining (waktu untuk download) tertulis 3 days, 6 hours remaing (3 hari, 6 jam)


Weleh weleh weleh, masa mau download 1,3 GB saja harus dengan waktu 78 jam :(( kalau sehari 2 sd 3 jam, perlu berapa hari ya? :)

Kebetulan sekali lebaran tahun 2011 ada sahabat di Taiwan yang mau pulang kampung, akhirnya minta tolong untuk di-download-kan Linux Mint edisi KDE yang 1,3 GB. Ternyata download 1,3 GB cuma 20 menit. Akhirnya sekalian minta didownloadkan game-game untuk ubuntu :)



Powered by Qumana


Sunday, October 2, 2011

Upload Blog dengan Qumana


Setelah sekitar 9 bulan blog saya vakum tanpa tulisan karena internet yang tidak kompromi alias lelet bin slow connection, akhirnya dengan bantuan Google saya temukan beberapa artikel mengenai edit blog tanpa harus membuka blog tersebut yang (menurut saya) sulit dan rumit karena koneksi internet yang lemot.


Beberapa artikel mengenai blog editor akhirnya mengantarkan saya kepada Blog editor yang akhirnya saya coba satu demi satu. Blog Editor itu adalah : Thingamablog, w.bloggar, Blog desk dan Qumana.


Setelah bertanya sana sini lewat Googling dan sedikit insting, akhirnya saya putuskan untuk menggunakan Qumana. Salah satu pertimbangannya adalah Qumana bisa berjalan di semua Platform Operating System Komputer mulai Linux, Windows hingga Mac.


Untuk teman-teman yang ingin juga mencoba Blog Editor, bisa mencoba satu demi satu dan menentukan mana yang cocok digunakan.
Bagi yang berminat menggunakan Qumana, installer Qumana bisa di-download disini.

Kredit Gambar : Screenshot Qumana Blog Editor.


Powered by Qumana




(layanan) Perdagangan (pulsa) bulan Agustus - September 2011

Pengalaman yang bikin deg-degan di tengah kesibukan yang gerah (gemrungsung) terjadi kemarin waktu akhir bulan Agustus 2011 hingga awal September. Kenapa bisa begitu, let's chek out :



- Pemerintah menetapkan Libur Idul Fitri tanggal 31 Agustus 2011 dan 1 September 2011.
- Pihak bank (yang selama ini digunakan untuk transfer uang) memutuskan untuk melakukan libur dari tanggal 27 Agustus 2011 sampai dengan 4 September 2011.
- Jadi interval libur bank 9 hari (lebih dari seminggu)
- Libur Dealer
   Telkomsel : 28 Agustus sd 4 September 2011
   XL : 28 Agustus sd 4 September 2011
   Hanya Indosat yang libur cuma tanggal 31 Agustus 2011 (tanggal 1 September sudah kembali melayani sampai jam 12.00) :-bd
   Salut untuk Dealer Indosat (Nusapro) yang pelayanannya oke :)
- So, stok pulsa yang terakhir di top-up tanggal 27 Agustus 2011 (terutama m-Kios dan Dompul) sudah habis tanggal 1 September 2011.



Kredit kalender : Johan Wijonarko.


Powered by Qumana


Meteor Garden : Jika Meminta Maaf Berguna, Buat Apa Ada Polisi!


Kelingan jaman mbiyen nalikane egen bujang, antarane tahun 2002 tekan 2003. Wektu semono nang TV Indosiar nyetel sinetron seka Taiwan sing judule Meteor Garden.


Bintang-bintang film sing main apale ya mung F4 karo San Cai, Ora ngerti jeneng asline San Cai, sing Jelas bocahe cilik. La salah siji pemerane sing lanang jenenge To Ming Se sing kadang diplesetna dadi Tolong Mingkem Sedikit.


Salah Sewijine adegan nang sinetron kuwe yaiku omongan sing nek dipikir pol eram nohok yaiku "Jika meminta maaf itu berguna, buat apa ada polisi?"


Rasane si kata-kata kuwe biasa bae, ding wingi badanan nyonge njut mikir, nek badanan kae kan uwong pada ngapura-ngapuranan. Nek dipikir-pikir maning ya bener omongane bintang Meteor Garden kuwe. Nek njaluk ngapura njut masalah rampung, ya njaluk ngapura bae. Koruptor-koruptor njaluk ngapura terus masalahe rampung, hehehe penak timen?


Dadi kesimpulane njaluk ngapura utawane ora, sing dijaluki ngapura ngewei ngapura utawane ora. Kabeh kuwe mau ora bakal ngubah masa lalu, bahasa sing luwih padang mblentang maning nek sing jenenge ngapura-ngapuranan kuwe TIDAK MERUBAH APA-APA.


Tapi ana tulisan nang Studi Filsafat sing nulis Memafkan memang tidak merubah apa-apa tapi dia melapangkan jalan bagi yang memaafkan. hehe, malah iki tulisane tambah nglantur.


Nek dipikir jaman siki drama Meteor Garden rasane elek, tapi ana kenangane jaman semono Meteor Garden bener-bener booming.


Sedulur sing pingin ndeleng maning soundtrak Meteor Garden bisa ditonton nang You Tube.


Kredit gambar : Wikipedia


Powered by Qumana


Sisi Posisitif Game Galaxy Online II (Belajar Mengurus Negara Melalui Diplomasi Politik dan Perang) bagian 1




---artikel bersambung bagian 1---




Salah satu game facebook yang sangat saya suka adalah Galaxy Online II, selain pola-pola Mafia yang dilakukan pemainnya sisi positif Galaxy Online II adalah cara me-manage Negara (planet) agar planet yang dikelola menjadi maju melalui dua sisi hubungan yakni hubungan sosial dan peperangan.




Bagian utama dalam Galaxy Online II adalah 




1. Planet.




Dalam cerita GO II, masing-masing pemain "diberi" kekuasaan untuk mengelola sebuah planet. Pengelolaan planet inilah yang selanjutnya kita harus bertindak me-manage sebuah negara (planet) agar planet yang di-manage berkembang.




2. Perang.




Berbeda dengan game lainnya misalnya Z**** Farm V**** atau City V***** yang hanya menunggu untuk mengembangankan permainan kita, dalam Galaxy Online II yang menjadi daya tarik dalam game ini tentu saja perang. Andrenalin yang naik ketika menyerbu, rasa marah ketika diserbu usaha untuk melakukan pembalasan dll.




3. Sosial




Selain berperang dalam GO II, kita juga harus bersosialisasi dengan pemain lainnya dengan membuat Kelompok Aliansi (Korps) juga menentukan mana musuh (enemy) mana aliansi (Ally).




Powered by Qumana




Saturday, October 1, 2011

Pola-pola Mafia yang dilakukan Player Game GO2 [Galaxy Online II]





Sebagai permainan berbasis flash yang saya suka, baik alur cerita, plot, gaya berperang dan gaya sosial. Maka Game GO2 juga tidak lepas dari perilaku buruk para (beberapa) pemainnya.

Berikut adalah hasil investigasi pribadi mengenai pola-pola mafia yang dilakukan oleh pemain-pemainnya (kususnya di Galaxy Online server (bahasa) Indonesia) :

1. Cloning Account dalam satu Korps
Melakukan Cloning Account ada beberapa tujuan :
- Mempercepat Naiknya level Korps.




- Meningkatkan Taraf "keamanan" Korps
Dalam beberapa studi kasus di GO2, sebuah korps biasanya memiliki anggota yang tidak full, dengan melakukan cloning account, anggota korps akan penuh dan pengembangan serta "keamanan" Korps akan lebih baik, karena biasanya sesama anggota korps akan bergerombol di satu titik/area yang sama.




2. Cloning Account yang diletakkan di beberapa Korps.




- "Mengawasi" musuh




Seseorang yang bermain GO2 pasti akan berperang, baik itu yang menyerang dulu atau yang diserang dulu. Salah satu strategi picik dan licik adalah menyusupkan Cloning Account ke Korps musuh. Tujuannya jelas untuk mengawasi basis luar angkasa target. Ketika lengah maka Bos musuh akan langsung menjadi bulan-bulanan kapal yang sudah dipersiapkan.




- Mengambil resource (sumber daya)




[ilustrasi]







Jika diamati 2 planet diatas dimainkan oleh 2 pemain berbeda dan 2 Korps yang berbeda, tetapi dalam beberapa studi kasus, ternyata itu dilakukan oleh 1 pemain saja. Tujuannya adalah saling bertukar resource/sumber daya. Bahkan di pola yang lebih ekstrem lagi, keduanya akan "saling serang" untuk menukar He3 dan Besi.




3. Pertukaran Gold Melalui Pasar







Adalah sangat tidak logis ketika sebuah pesawat Weikes I yang pembuatannya memerlukan resources kurang dari 100, dijual seharga 2.200.000 Gold. Itulah pola-pola yang dilakukan untuk bertukar Gold baik pemain sesama Korps maupun antar korps.


Bahkan dalam studi beberapa kasus, pola penjualan kapal dengan harga yang tidak realistis adalah penjualan gold mirip dengan penjualan chip seperti di Game Zynga Poker.



Kredit Gambar : Galaxy Online II [semua gambar adalah screenshoot dari Galaxy Online II yang saya mainkan]

Powered by Qumana




Wednesday, February 23, 2011

Kebijakan Hard Cluster Telkomsel dan Implikasinya bagi Server Pulsa (bagian 5-selesai)

Penguncian nomor melalui mekanisme HLR dan VLR; serta prediksi kebijakan hard cluster Telkomsel


1. HLR (Home Location Register)
HLR adalah singkatan dari “Home Location Register” dari kata-kata tersebut kita dapat mengartikan bahwa kartu kita mempunyai domain register pada area tertentu.

Pada saat Anda membeli perdana, Anda akan memilih nomornya yang bervariasi menurut Anda tetapi sebenarnya operator seluler telah membagi sistem penomoran tersebut per wilayahnya. Jadi Nomor yang Anda beli sebenarnya adalah memang ditujukan untuk dijual dan diaktifkan pada Area Anda. misalnya untuk simPATI Freedom dengan awalan nomor 08211 Adalah nomor yang mempunyai base domain di wilayah Jakarta.

Jadi kesimpulannya HLR adalah tempat dimana Anda membeli dan mengaktifkan kartu perdana Anda pertama kali, tentunya Anda membeli pada Area yang sama pula, misalnya Anda membeli perdana di Kalimantan lalu mengaktifkannya di Jakarta tetap saja Nomor tersebut mempunyai HLR Kalimantan bukan HLR Jakarta.

HLR berfungsi untuk penyimpan semua data dan informasi mengenai pelanggan yang tersimpan secara permanen, dalam arti tidak tergantung pada posisi pelanggan. HLR bertindak sebagai pusat informasi pelanggan yang setiap waktu akan diperlukan.

2. VLR (Visitor Location Register)
VLR adalah singkatan dari “Visitor Location Register” yang artinya terdapat kartu-kartu GSM dengan HLR yang satu sedang berada dalam lokasi HLR yang lainnya.

VLR berfungsi untuk menyimpan data dan informasi pelanggan, dimulai pada saat pelanggan memasuki suatu area yang bernaung dalam wilayah VLR tersebut (itulah mengapa terdapat istilah Roaming). Adanya informasi mengenai pelanggan dalam VLR memungkinkan kita untuk melakukan hubungan baik Incoming Call (panggilan masuk) maupun Outgoing Call (panggilan keluar).

VLR bertindak sebagai data base pelanggan yang bersifat dinamis, karena selalu berubah setiap waktu, menyesuaikan dengan pelanggan yang memasuki atau berpindah naungan. Data yang tersimpan dalam VLR secara otomatis akan selalu berubah mengikuti pergerakan pelanggan. Dengan demikian akan dapat dimonitor secara terus menerus posisi dari pelanggan, dan hal ini akan memungkinkan kita untuk melakukan interkoneksi pembicaraan dengan pelanggan lain. VLR selalu berhubungan secara intensif dengan HLR yang berfungsi sebagai sumber data pelanggan.[1]

Dalam kebijakan hard cluster Telkomsel; system pengenalan konsumen adalah system VLR, jadi jika nomor anda adalahh nomor dengan HRL Bali, jika berada di Merauke, maka anda secara VLR ter-registrasi di Merauke. itu hanya bisa mengisi menggunakan mkios di BTS yang ada di Merauke.


Toleransi Pembatan pengisian non VLR.
Menurut sumber wawancara dengan narasumber[2]; maksimal adalah 30% dengan punishment dari telkomsel jika lebih dari 30% maka sang dealer area akan didenda sesuai dengan prosentase pengisian luar VLR.
Katakanlah jika melanggarnya adalah 40%, maka uang jaminan dealer akan dipotong 40%, jika 50% akan langsung dipecat. Itulah sebabnya dealer seperti "galak" sekali kepada semua pemegang mkios-nya.


(meramal) Masa depan kebijakan Hard Cluster Area
Dengan jumlah pelanggan telkomsel yang mencapai 100juta pelanggan[3], maka akan sulit untuk mengatur pergerakan 100juta orang tadi. adalah "imposible" menerapkan pola pembayaran (dibaca : pembelian pulsa) pelanggan yang bergerak menggunakan system cluster.
Ketidakmungkinan banyak disebabkan oleh banyak hal, namun yang pasti adalah distribusi. Dealer tidak akan pernah memiliki sumberdaya yang cukup untuk meng-cover keseluruhan layanan kerja. Juga persaingan dengan operator lain.

Ada sebuah istilah plesetan di indonesia yang ngetrend di dunia marketing : Jika bisa dibuat sulit kenapa harus dibuat mudah, karena kesulitan itu menghasilkan uang.



Maka pada akhirnya bussiness going as usual (baca : uang). Maka analisa kebijakan hard cluster akan menjadi :
1. Telkomsel tidak akan pernah mengunci penlanggannya melalui mekanisme VLR (baca : hard cluster area)
2. Dealer akan "berkolusi" lagi dengan server untuk "membuang" stok-nya.
3. Server akan menjual kemana saja stok pulsanya.
4. Telkomsel akan diam saja.
jika Telkomsel tetap akan mengunci pelanggan melalui mekanisme hard cluster, maka sebenarnya kompetitor memiliki 1 kekuatan tambahan untuk "mencuri" pelanggan telkomsel. So, prinsip usaha hanyalah satu : bussines is going as usual.












Referensi :
[1]http://en.wikipedia.org/wiki/Home_Location_Register#Home_location_register_.28HLR.29
[2] Wawaancara dengan narasumber
[3] http://www.detikinet.com/read/2011/02/23/184046/1577607/328/3-berharap-kuntit-3-besar-di-peringkat-4/?i991101105
gambar uang : http://www.gambargratis.com/gambar/uang-rupiah